Setup Menus in Admin Panel

M5-2 Tips Keuangan untuk OrangTua Baru


Hai, Selamat Pagi…Pagi…Pagi…Pagi semua teman-teman. Apa kabar pagi hari ini?

Yes, perkenalkan kembali dengan Augustpepe disini bersama program M5 dari MasterUang.

Pada pagi hari ini kita bahas topik yang baru tentang edukasi keuangan. Ada satu informasi bagus ditulis oleh situs berita viva.co.id dengan tema Kesalahan Keuangan yang sering dilakukan OrangTua baru. Nah dalam urusan keuangan memang kan ada tahap-tahap nya yaa ada fase-fase dalam kehidupan yang kita lalui sebagai manusia. Dari mulai anak beranjak ke remaka, remaja ke dewasa, lalu menikah, belum punya anak, menikah dengan anak, dan anaknya mulai besar lalu memasuki anaknya yang sudah menikah dan menjadi opa oma.

Okay. Sekarang saya mau bahas sedikit tentang tips keuangan untuk orang tua yang baru punya anak. Artikelnya ini bagus jadi kita bahas aja yaa, jadi kalau suami istri pasutri (pasangan suami istri) baru yang memiliki seorang anak itu merupakan sebuah kebahagian. Tapi disisi lain adalah kelahiran anak ditambah kebahagian sama dengan pengeluaran yang besar.

Kenapa dibilang pengeluaran yang besar?

Karena semua orang dipasar juga tau sayang anak… sayang anak…sayang anak…apa ajah dibeliin semuanya buat anak. Akhirnya keuangan jadi tidak terkontrol dan bahkan bisa dibilang malah jadi lebih besar biaya untuk kebutuhan bulanan.

Jadi dalam kesempatan kali ini, MasterUang 5 menit mau kasih sedikit tips tentang bagaimana cara mengelola keuangan untuk orang tua yang baru punya anak mungkin khususnya anak yang pertama ya.

Okay apa ajah yang mesti diperhatikan tips keuangan untuk orang tua baru alias yang baru punya anak.

Pertama, kalau kita sudah terbiasa waktu single ataupun menikah walaupun belum punya anak yaa kalau kita sudah biasa menyisihkan uang dari setiap penghasilan yang kita terima dengan kehadiran seorang anak menjadi tidak begitu masalah dalam sisi keuangan karena kita sudah pasti biasanya sudah punya cadangan bahkan sudah mempersiapkan keuangan itu sebelum anaknya hadir gitu ya.

Tapi kalau umpama belum, alias semuanya serba mepet gitu ya. Saya juga mengalami waktu itu jadi urusan rumah saja belum kebeli gitu, mobil juga belum punya, allias masih baru punya nya motor sudah menikah dan sudah punya anak sehingga kita menata keuangan sambil jalan gitu. Tapi alangkah bagusnya kalau anda sudah terbiasa mengelolah keuangan dengan baik saya rasa ini tidak begitu jadi masalah.

Yang pertama adalah ketika menjadi orang tua baru mau tidak mau, kita harus punya dana darurat.

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat itu adalah dana yang kita cadangkan, cadangkan disini bukan di investasikan ya, dicadangkan mungkin dalam bentuk tabungan atau deposito atau bisa juga dalam bentuk logam mulia. Karena cadangan adalah dana yang akan kita pakai kalau sampai terjadi keadaan darurat dan uang ini harus segera cepat dicairkan. Tadi seperti deposito atau tabungan biasa atau mungkin logam mulia ya.

Alangkah bagusnya kalau bisa 6 bulan dari kebutuhan hidup, 6 bulan artinya contoh kalau orangnya punya biaya hidup 5 juta per bulan berarti kali 6 berarti ada uang 30 juta. Dan 30 juta itu berarti kira-kira berapa gram emas ya? 1 gram emas kan 500ribu ya, kalau 10gram kan berarti baru 5 juta ya, anggap saja Uang 5 juta berarti kali 6, berarti 50 sampai 60 gram emas ya. Akan lebih bagus lagi jika punya 12 bulan cadangan dana darurat, alias 12 bulan dari kebutuhan hidup.

Jadi kalau sampai terjadi resiko apapun misalnya kehilangan kerja, kena PHK, atau ada masalah sesuatu yang kita nya engga bisa kerja kita masih punya uang untuk jaga-jaga. okay ini adalah tips yang pertama.

Yang kedua adalah jangan lupa kalau sudah jadi orang tua apalagi sudah menikah ya harus punya asuransi.

Siapa dulu yang harus punya asuransi? Apakah suami, istri, atau anak ?

Jawabannya adalah pencari nafkah.

Pencari nafkah ini artinya kalau suami nya pencari nafkah dan istri nya ibu rumah tangga berarti suami nya prioritas untuk memiliki asuransi. Tapi kalau uang nya ada atau istrinya juga bekerja, berarti suami istri harus punya asuransi, karena kan yang namanya resiko kehidupan tidak pilih-pilih. Tidak pilih ini ajah nie yang punya asuransi atau yang mana gitu yang engga punya.

Resiko bisa terjadi pada siapaun, yang mana saja bisa terjadi, sehingga kita tidak mau ada celah resiko dalam keluarga kita yang mengakibatkan penderitaan, baik fisik atau secara jasmani dan mengalami penderitaan secara mental yaitu dalam sisi keuangan. Hal ini kita tidak mau.

Bagaimana dengan asuransi untuk anak?

Kalau uangnya ada, ya alokasikan untuk program kesehatan. mungkin tips dari saya tapi kalau uangnya tidak ada, berarti otomatis harus diutamakan adalah si pencari nafkah.

Tips yang ketiga adalah yang tadi orang pasar sudah tahu. yaitu jangan terlalu boros untuk urusan atau beli-beli barang keperluan anak. Jadi euforia nya begitu anak lahir otomatis kita akan merasa happy / bahagia, dan inget orang yang senang hati dan bahagia lebih mudah mengeluarkan uang. Jadi kita kadang agak berasa bless bless bless tiba-tiba uang semua keluar beli baju anak satu series semua warna ada, beli mainan atau walaupun anaknya sendiri belum ngerti bagaimana cara memainkan-nya, kan masih bayi.

Jadi kita tetap harus pertimbangkan dan dilihat dari sisi keperluannya, kalau diliat dari sisi keinginan nya sih enggak akan ada habisnya walaupun anak masih kecil perlengkapannya juga banyak gitu kalau diikutin terus semua. Jadi kita harus perhatikan barang-barang yang diperlukan anak dan kita siapkan itu sesuai kebutuhannya. Jadi jangan terlalu over juga untuk menyenangin dan membeli peralatan anak yang serba wah atau serba lengkap semua warna ada yaa jangan karena masih banyak kebutuhan lain.

Dengan adanya bayi sebagai keluarga baru dalam tim family kita, tapi pastikan jangan sampai uangnya habis untuk ke situ.

Tips yang keempat adalah mulai sisihkan dana untuk dana pendidikan.

Wah ini kan mahal untuk pendidikan?

Ya mahal kalau udah deket ya. Besok mau masuk kelas satu dan bulan ini baru cari duit nya, itu namanya mahal.

Tapi kan ingat loh, hari ini anaknya berojol alias hari ini anaknya lahir, kan tidak langsung sekolah, melainkan masih ada waktu 4 tahun untuk masuk TK, 6 tahun untuk masuk SD, 12 tahun SMP, 15 tahun SMA, 18 tahun Kuliah. Jadi kalaupun uangnya mepet banget, tapi tetap harus disisihkan. Bisa start dari 100 ribu perbulan, 200 ribu, 300 ribu dicadangkna secara fokus untuk pendidikan anak.

Instrumen investasi apa yang bisa kita pakai untuk menyediakan dana biaya pendidikan anak?

Kalau uang nya belum seberapa terkumpul, maka bisa juga start ditabungan. Ya tabungan yang biasa saja, tidak perlu tabungan yang khusus untuk anak. Nanti kalau uangnya sudah mulai terkupul, bisa dipindahkan ke reksadana misalnya.

Reksadana apa yang bisa pilih untuk Dana Pendidikan Anak?

Ya reksadana itu pilihannya macam-macam, dan akan kita bahas detil nya di lain waktu di topik yang berbeda. Reksadana nya kalau untuk jangka panjang bisa juga yang lebih agresif, seperti Dana Campuran atau yang ada unsur Ekuitas nya.

Opsi lainnya, bisa juga nabung di emas. Kan kalau orang dulu, mungkin jaman orang tua saya gitu ya, nabung nya di emas, bahkan kadang emas perhiasaan, tapi lebih sering di emas logam mulia. Tapi apapun opsi instrumen investasinya, yang penting kita sisihkan uang untuk dana pendidikan anak karena semuanya harus direncanakan dengan baik. Kalau tidak direncanakan, yang ada nanti semua serba dadakan, betul?

Tips yang kelima, jangan lupa sekarang sudah ada BPJS. Setidaknya dan seminim-minimnya anda dan pasangan suami istri dan juga anak sudah didaftarkan ke BPJS. Bagi teman-teman yang uangnya belum siap atau belum cukup untuk membeli asuransi kesehatan swasta yang disediakan oleh perusahaan swasta, seminim-minimnya anda sudah harus punya BPJS.

Bagi anda yang sudah bekerja di perusahaan swasta, biasanya sudah disediakan fasilitas BPJS atau asuransi kesehatan kumpulan untuk karyawan perusahaan nya. Tapi kalau tidak ada,  mau tidak mau harus punya BPJS, karena seperti yang saya bilang penyakit tidak pernah datang ketuk pintu, tiba-tiba badan panas, tiba-tiba hidung meler, dan mau tidak mau harus pergi ke rumah sakit.

Jadi jangan sampai uang yang kita sisihkan dari hasil kerja, dari nol buat dana pendidikan, lalu tiba-tiba nanti uangnya buat bayar biaya rumah sakit, kalau bisa janganlah. Ada satu metode keuangan yang sudah dirancang ratusan tahun yang lalu, bahwa resiko keuangan dapat kita alihkan ketempat lain, lalu kenapa kita harus tanggung sendiri.

Jadi 5 tips yang saya berikan, yang pertama adalah bagi orang tua baru jangan lupa siapkan dana darurat, dana darurat untuk 6-12 bulan dari biaya hidup. Lalu si pencari nafkah harus beli asuransi. Asuransi apa yaitu asuransi jiwa, asuransi penyakit kritis juga penting. Terus yang ketiga jangan terlalu boros untuk beli-beli keperluan anak, ingat loh, anaknya juga belum ngerti apa-apa, yaa itu hanya keinginan orang tua nya untuk ngedandanin gitu ya. Inget anak itu engga segitu segitu ajah, sebab anak itu akan bertumbuh pelan-pelan jadi besar dan jadi harus kita rencanakan. Pendidikan anak itu mutlak harus kita siapkan, jangan keasikan terlena seperti tiap weekend jalan-jalan, senangin anak dan nanti pas waktunya anak sekolah uangnya tidak ada, sengsara nanti temen-temen. Yang kelima adalah beli BPJS paling tidak ada asuransi kesehatan kalau anda merasa tidak cukup dengan BPJS karena saya sudah terbiasa dengan pelayanan asuransi swasta ya belilah asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi swasta. Memang akan sedikit berbeda pelayanannya tapi ada pelayanan berbeda ada harga juga yang berbeda, betul?

Jadi sekian tips dari saya tentang mengelolah keuangan untuk orang tua baru, yang baru punya anak ya. Jadi selamat bagi yang baru punya anak, saya turut bahagia anda sekarang bahagia senang punya anak dan sekali lagi saya ucapkan selamat. Dan juga jangan lupa, 5 tips keuangan ini bisa anda pakai untuk mengelolah keuangan anda dan keuangan keluarga yang lebih baik.

Kalau anda suka dengan video ini, bisa anda likes atau anda share ke temen-temen supaya mereka punya pengalaman yang sama, okay.

Sekian dari saya, dengan Augustpepe dan MasterUang sampai ketemu lagi ditulisan berikutnya. bye

>>>>>>Tonton juga video MasterUang 5 Menit – M5-3 Cara Terhindar dari Tipuan Investasi Bodong Online

Salam,
Augustpepe


Subscribe Gratis ke MailingList MasterUang untuk mendapatkan Tips Keuangan Terbaru!

cukup masukan nama dan email aktif anda di formulir dibawah ini:


Subscribe Gratis ke iTunes Podcast!

Buka iTunes Podcast lalu search pakai keyword MasterUang atau klik disini!


0 responses on "M5-2 Tips Keuangan untuk OrangTua Baru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

top
MasterUang.Com
error: Content is protected !!
X