Setup Menus in Admin Panel

Mengapa Orang Perlu Asuransi Jiwa Unit-Link?

Hampir setiap orang pasti memiliki impian dan harapan akan hidup masa depan. Dan memiliki impian dan harapan adalah hal yang baik, sebab hal itulah yang membuat orang punya semangat untuk bangun dan beraktifitas di setiap pagi hari.

Dalam mencapai impian dan harapan tersebut, orang akan berkutat dengan kegiatan dan aktifitas sehari-hari yang membentuk kebiasaan dan rutinitas masing-masing.

Dibalik semua rutinitas tersebut, selalu mengintip dan mengintai resiko dan bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu, tanpa direncanakan dan tanpa permisi atau ketuk pintu sebelumnya.

Resiko dan bahaya yang mengintai bisa seperti resiko kehidupan yang sering kita lihat, dengar dan rasakan terjadi sehari-hari di sekitar kita, misalnya kecelakaan, terserang sakit penyakit, cacat atau lumpuh permanen, koma atau tidak sadarkan diri, atau meninggal dunia.
Untuk menghadapi resiko dan bahaya yang selalu mengintai tersebut, beda orang akan mengambil beda tindakan dan cara yang berbeda pula untuk mengatasinya.

Contoh:

1. Ada orang yang berani menerima segala resiko dan bahaya yang akan dihadapi (Accepting Risk).

Jika dihubungkan dengan asuransi jiwa, maka orang tipe ini dapat dikategorikan sebagai orang yang mengasuransikan dirinya sendiri (Self-Insured) alias Ia menjadi perusahaan asuransi bagi dirinya sendiri.

Apabila terjadi resiko terhadap dirinya atau keluarganya, maka orang tipe ini akan menggunakan dan mempertaruhkan segala harta yang dimilikinya untuk mengatasi kemungkinan kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh resiko yang terjadi.

Jika anda merasa masuk di kategori orang tipe ini, pastikan anda sudah menyadari dan siap lahir dan batin untuk menerima konsekuensi bahwa segala harta yang anda kumpulkan sedang anda pertaruhkan untuk mengatasi resiko dan bahaya yang selalu mengintai anda!

2. Ada orang yang mencoba untuk menghindari segala resiko dan bahaya tersebut (Avoiding Risk)

Orang tipe ini biasanya rajin berolah raga, memiliki pola makan yang sehat, tidur yang cukup, selalu menjaga ritme pekerjaan dan hidup yang seimbang dan teratur.

Resiko yang diantisipasi hanya resiko yang sifatnya berasal dari dalam tubuh. Namun masih ada resiko yang datangnya dari luar dan tidak pakai persiapan, seperti kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, sakit penyakit yang menular atau wabah atau bahkan resiko kematian.

Siapa yang bisa prediksi mana duluan yang akan datang dan menimpa anda dan saya?

3. Ada yang mencoba mengendalikan resiko dan bahaya dengan menganalisa besar-kecil kerugian yang mungkin ditimbulkan. (Controlling Risk)

Semua resiko dan bahaya bisa dinilai dan diukur dampak kerugian dan kerusakan yang akan terjadi.

Contohnya, sakit batuk-pilek akan mengakibatkan kita tidak bisa bekerja 1-2 hari dengan biaya ke dokter yang kurang lebih 1-2 juta.

Namun, untuk sakit kanker paru-paru bisa mengakibatkan kita tidak bisa bekerja 1-2 tahun dengan biaya berobat bisa lebih dari 200 juta.
Jika anda tipe orang yang dikategorikan sebagai pengedali resiko, maka kemampuan memilih dan memilah produk asuransi apa yang anda butuhkan sangat penting. Sebab anda hanya perlu membeli produk asuransi yang bisa mengcover kerugian yang menurut anda berdampak kerugian besar dan masif saja, sementara untuk yang resiko rendah dan kecil, bisa anda kelola sendiri.

4. Ada yang maunya segala efek kerugian dan kerusakan dari resiko dan bahaya dialihkan ke pihak lain (Transferring Risk).

Orang tipe ini melihat resiko dan bahaya baik efeknya kecil atau besar secara materiil, mengambil tindakan untuk mengalihkan segala resiko tersebut ke pihak lain, dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.

Landasan pemikirannya adalah resiko datang tidak ketuk pintu dan tanpa permisi, sehingga untuk apa mengambil resiko yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya dan kepada siapa saja, sehingga mengalihkan resiko adalah keputusan yang tepat.

Orang tipe ini berpikir bahwa, walaupun sudah punya pola makan yang sehat, tetap saja bisa sakit. Walaupun sudah mengemudikan mobil secara hati-hati, tapi orang lain belum tentu sehati-hati dirinya. Walaupun sudah rutin berolah-raga, tetap saja bisa sakit atau cidera. Walaupun sudah menjaga semua hal dengan baik, manusia semua bisa meninggal kapan saja.

Orang tipe ini akan sangat mengoptimalkan fungsi asuransi jiwa dalam kehidupannya, khususnya untuk mengalihkan resiko dan bahaya yang tidak bisa dikontrol.

5. Ada yang maunya segala efek kerugian dan kerusakan dari resiko dan bahaya ditanggung bersama (Sharing Risk)

Bukan nya mengalihkan resiko ke pihak lain, orang tipe ini berpikir akan lebih bermanfaat apabila efek kerugian dari terjadinya resiko jika ditanggung bersama-sama.

Landasan yang dipakai adalah kebersamaan dan saling tolong menolong, sehingga ada kesepakatan untuk mengumpulkan uang bersama-sama dan kesepakatan untuk menunjuk pihak lain sebagai pengelola dana kumpulan tersebut (dalam hal ini adalah perusahaan asuransi).

Prinsip kebersamaan dan saling tolong-menolong ini banyak dipakai oleh asuransi jiwa Unit-Link syariah.

Termasuk tipe orang yang manakah anda?

Saya harap jawaban anda adalah termasuk kategori orang yang bijak yang melihat resiko kehidupan perlu kita alihkan ke pihak lain atau minimal ditanggung bersama-sama atas dasar tolong menolong.

 

>>>>>>>baca juga Apa Fungsi Utama dari Asuransi Jiwa Unitlink?

 

Apabila anda butuh bantuan dalam menentukan asuransi jiwa atau kesehatan yang terbaik untuk melindungi anda dan keluarga. Saya dengan senang hati bisa membantunya.

Hubungi August di hp/wa: 0815-91-633-59
Daftar member Gratis di: https://goo.gl/Yrngbn
Konsultasi keuangan gratis di: https://goo.gl/gpyMra

1 responses on "Mengapa Orang Perlu Asuransi Jiwa Unit-Link?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

top
MasterUang.Com
error: Content is protected !!
X